Senin, 10 Desember 2012

KEGIATAN JUAL BELI DI LINGKUNGAN SEKOLAH


Materi IPS SD kelas 3 semester 2

”Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah”

A. Pengertian Jual Beli
Kamu tentu sering melakukan kegiatan jual beli. Kamu biasa jajan di kantin sekolah. Kamu membeli alat-alat tulis di koperasi sekolah. Kamu juga sering diminta ibu belanja di warung. Semua itu termasuk kegiatan jual beli.
Lalu apa yang dimaksud kegiatan jual beli? Jual beli adalah kegiatan menjual atau membeli barang dan jasa. Kegiatan jual

beli terjadi karena ada syarat-syarat tertentu.

Syarat terjadinya jual beli adalah terdapat penjual dan pembeli. Selain itu ada barang dagangan.

Dalam kegiatan jual beli terdapat tawar-menawar. Harga barang dagangan dapat berkurang. Jual beli terjadi bila ada
kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.
Apakah tawar-menawar berlaku untuk semua kegiatan jual beli? Tentu saja tidak. Harga semua barang di toko sudah ditetapkan.
Barang sudah ditempel dengan label harga. Harga barang di toko tidak bisa ditawar.

Kegiatan jual beli dilakukan untuk mendapatkan untung. Setiap penjual berusaha memperoleh laba. Setiap penjual tentu tidak ingin mengalami kerugian. Pedagang berharap mendapat laba dari hasil dagangannya. Bagaimana cara mereka memperoleh laba? Pedagang akan menjual dagangannya dengan harga lebih tinggi. Laba diperoleh bila harga jual barang lebih tinggi dari harga belinya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pengalaman Bu Dina dalam menghitung laba usahanya.

Bu Dina mempunyai seorang teman bernama Bu Sari. Bu Sari seorang pembuat kue yang berhasil. Bahkan, kini ia mampu membuka toko kue sendiri. Usaha Bu Sari dalam membuat kue semakin lama semakin berkembang. Bu Dina membantu memasarkan

kuenya ke berbagai daerah. Setiap bulan Bu Dina datang ke toko Bu Sari. Bu Dina membeli baju di toko kue Bu Sari. Bu Dina
menjualnya kembali di daerahnya.
Pada bulan Mei, Bu Dina membeli kue di toko Bu Sari. Saat itu ia mengambil barang seharga Rp 270.000,00. Semua barang
dagangan laku terjual. Bu Dina menerima hasil sebesar Rp 310.000,00 dari penjualannya. Biaya penjualan sebesar Rp 19.000,00. Apabila dihitung keuntungan yang diperoleh Bu Dina untuk bulan Mei sebesar Rp21.000,00. Bagaimana cara menghitungnya?

Penjualan-Pembelian
Rp 310.000,00-Rp 270.000,00= Rp 40.000,00

Sisa-Biaya penjualan
Rp 40.000,00-Rp 19.000,00=Rp21.000,00.

Jadi, laba atau keuntungan yang diperoleh Bu Dina adalah sebesar Rp 21.000,00.
Kegiatan jual beli membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Dapatkah kamu menyebutkannya? Secara ringkas manfaat kegiatan jual beli sebagai berikut.
1. Memperkenalkan dan memasarkan barang hasil produksi. Contohnya hasil kerajinan, hasil pertanian, dan hasil produksi pabrik.
2. Memudahkan masyarakat mendapatkan barang yang diperlukan.
3. Menciptakan lapangan kerja.
B. Jenis Tempat Belanja
Tempatmu melakukan kegiatan jual beli disebut tempat belanja. Jadi, apa yang dimaksud tempat belanja?  Tempat belanja adalah tempat kegiatan antara penjual dan pembeli untuk berhubungan dengan barang dan uang.

Tempat belanja bisa di pasar, warung, toko, dan swalayan.Tahukah apa perbedaan tempat belanjaitu? Untuk itu, simak pengertiannya berikut ini.

1. Pasar, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli mengadakan tawar-menawar untuk mendapat kesepakatan harga.

2. Warung, yaitu bangunan yang digunakan untuk menjual barang kebutuhan sehari-hari dalam jumlah kecil.
3. Toko, yaitu bangunan yang digunakan untuk menjual barang dalam ukuran yang lebih besar.
4. Swalayan, yaitu toko di mana para pembeli dapat mengambil sendiri barang yang dibutuhkan dengan harga barang yang sudah ditentukan untuk kemudian dibayar di kasir.

Kalian tentu pernah diajak ibu ke pasar. Pasar merupakan salah satu tempat belanja. Pasar dapat dikelompokkan menjadi berbagai jenis.
1. Berdasarkan Bentuk Bangunan
Berdasarkan bentuk bangunannya, pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
a. Pasar tradisional
Pasar sengaja dibangun untuk menampung pedagang. Di pasar tradisional pembeli dapat melakukan tawar-menawar harga. Sebagian besar bangunan pasar tradisional bersifat tidak permanen. Di pedesaan hanya pada hari-hari tertentu saja pasar diadakan.
b. Pasar modern
Pasar modern disebut juga supermarket, swalayan, department store, atau mal. Biasanya bangunan pasar modern bersifat permanen, mewah atau bertingkat. Pasar modern menjual berbagai jenis kebutuhan. Tersedia keperluan dapur sampai alatalat rumah tangga. Barangbarang yang dijual tidak bisa ditawar. Barang di pasar modern sudah diberi label harga.

Pada pasar jenis ini, pembeli bebas memilih. Mereka bebas mengambil barang yang diinginkan. Kemudian membawanya ke kasir untuk dibayar.

2. Berdasarkan Kegiatan
Berdasarkan kegiatannya, pasar dapat dibedakan menjadi pasar nyata dan pasar tidak nyata.
a. Pasar nyata
Pasar nyata adalah pasar di mana para penjual dan pembeli bertemu langsung dan mengadakan kegiatan jual beli. Di pasar nyata, barang dagangan disusun dengan baik. Tujuannya supaya orang yang datang tertarik untuk membelinya. Contoh pasar nyata adalah

swalayan.

b. Pasar tidak nyata
Pasar tidak nyata tidak menyediakan barang dagangan. Pasar ini hanya menyediakan contoh barangnya. Di pasar tidak nyata, penjual dan pembeli juga tidak perlu bertemu secara langsung. Tawar-menawar dapat dilakukan melalui telepon, surat atau internet. Bursa saham contoh jenis pasar ini. Bursa saham menjual surat-surat berharga.
3. Berdasarkan Jenis Barang
Berdasarkan jenis barang yang diperdagangkan, pasar dapat dibedakan menjadi pasar hewan, pasar ikan, pasar loak, dan pasar  sayur-mayur.
a. Pasar hewan
Pasar hewan menjual berbagai jenis hewan. Misalnya, sapi, kerbau, kambing, ayam, dan hewan ternak lainnya.
b. Pasar ikan
Pernahkah kalian pergi ke pasar ikan? Di pasar ikan kalian akan menemui berbagai jenis ikan. Pasar ikan adalah pasar yang menjual berbagai jenis hasil tangkapan laut. Misalnya ikan pari, ikan tongkol, ikan bawal, dan lainlain. Banyak-banyaklah makan dengan lauk ikan karena ikan mengandung protein.
c. Pasar loak
Pasar loak adalah pasar yang menjual barang-barang bekas. Misalnya, baju, sepatu, barang elektronik, dan lain-lain.

Biasanya pasar loak terdapat di kota besar. Tidak semua barang yang dijual berupa barang bekas. Adakalanya barang yang dijual masih bagus.

d. Pasar buah dan sayur-mayur
Pasar ini menyediakan buahbuahan dan sayur-mayur. Kamu akan menemukan berbagai jenis buah dan sayur-mayur. Sekali-kali berkunjunglah ke pasar buah dan sayur-mayur. Di sana buah-buahan maupun sayurmayur masih segar.
C. Persaingan Sehat dalam Jual Beli
Bagaimanakah cara bersaing yang sehat? Kamu harus mencermatinya. Perhatikan dari segi mutu dan harganya. Barang yang dijual para pedagang harus bermutu baik. Adapun dalam menentukan harga, tergantung mutunya. Bila mutu bagus, harga yang ditetapkan akan tinggi. Barang yang mutunya kurang bagus dijual lebih murah. Perbedaan harga digunakan pedagang untuk bersaing. Namun, pedagang tidak boleh menipu pembeli. Misalnya barang yang kurang bagus dikatakan bagus. Kadangkala hal ini dilakukan pedagang. Mereka berharap mendapat banyak keuntungan.

Kamu juga harus belajar menentukan harga. Harga barang ada yang bisa ditawar dan ada yang tidak. Harga barang di swalayan tidak bisa ditawar. Biasanya barang dijual dengan harga pas.

Pada kenyataannya menjual tidaklah mudah. Kita harus mampu bersaing dengan pedagang lain. Sekarang pembeli memilih berbelanja ke pasar swalayan. Meski demikian pasar tradisional masih banyak diminati. Namun para pedagang di pasar tradisional harus waspada. Mereka harus mampu bersaing dengan pasar swalayan.

Tahukah kamu alasan pembeli beralih ke pasar swalayan? Berikut ini alasan pembeli memilih pasar swalayan.
1. Lebih bersih dan rapi.
2. Barang-barang yang dijual lebih lengkap.
3. Pembeli dapat memilih dan mengambil sendiri barang yang diinginkan.
4. Mutu barang terjamin.
Bagaimana menurutmu? Dengan alasan di atas harusnya menjadi perhatian pedagang. Pedagang diharapkan pandai menarik pembeli sebanyak mungkin. Bagaimana cara pedagang menarik pembeli? Para pedagang biasanya menarik pembeli dengan cara-cara sebagai berikut.
1. Membuat iklan yang menarik di surat kabar, radio, atau televisi.
2. Mengikuti bazar atau pasar murah.
3. Memberi diskon atau potongan harga dan hadiah.
4. Menyusun dan mengatur barang dagangan dengan menarik.
5. Membuat tempat berjualan yang bersih dan rapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar